Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal
Jakarta (KABARIN) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapannya menghadapi berbagai pihak yang dinilai menghambat upaya transformasi ekonomi nasional dan melemahkan kedaulatan negara.
Saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, Prabowo menyebut pemerintahannya berpotensi menghadapi tantangan dari kelompok yang selama ini diuntungkan oleh praktik korupsi, penyelundupan, dan aktivitas ekonomi ilegal.
"Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," kata Presiden Prabowo.
Menurut Prabowo, perlawanan juga bisa datang dari pihak-pihak yang tidak memiliki kepedulian terhadap kepentingan bangsa dan negara, bahkan berupaya melemahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka yang tidak cinta tanah air bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit, kita harus berani membela rakyat kita," kata Prabowo.
Dalam amanatnya, kepala negara menekankan bahwa keberanian mengambil keputusan yang berpihak kepada rakyat merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan, meski langkah tersebut tidak selalu mudah.
Prabowo menyebut dirinya tidak ingin meninggalkan kebijakan yang hanya menguntungkan dalam jangka pendek jika harus mengorbankan masa depan generasi berikutnya. Sebagai Presiden RI sekaligus penerima mandat rakyat, ia menilai keberpihakan kepada masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab sejarah yang harus dijalankan.
Presiden juga menyoroti masih adanya ketimpangan dalam model pertumbuhan ekonomi nasional selama beberapa dekade terakhir. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat karena sebagian besar nilai tambah justru dinikmati pihak di luar negeri.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah saat ini menjalankan berbagai langkah strategis yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Kebijakan tersebut meliputi penerapan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu, percepatan industrialisasi berbasis hilirisasi, hingga penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui program ketahanan pangan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta pelaksanaan program makan bergizi gratis.
Prabowo meyakini penerapan nilai-nilai Pancasila secara konsisten di bidang politik, hukum, budaya, dan ekonomi dapat menjadi fondasi penting untuk menjaga persatuan bangsa sekaligus mencegah potensi perpecahan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Acara tersebut turut dihadiri Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Ma'ruf Amin, dan Gibran Rakabuming Raka, bersama jajaran menteri, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta para pelajar.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026